Diduga Buang Buang Anggaran, Proyek Pasar dan Pusat Oleh Oleh Tembelang Jombang Jadi Sorotan

pasar tembelang
Masih terdapat pekerjaan di Proyek Rehabilitasi Pasar dan Pusat oleh oleh Tembelang Jombang pada tanggal 10 Juni 2022.(wartahariini.com/aan)

JOMBANG, WartaHariIni.com — Meski sepi pengunjung, Pasar dan Pusat Oleh Oleh yang terletak di Dusun Ngrawan, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang terus dilakukan rehabilitasi bangunan.

Ditahun 2022, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) kembali merehabilitasi pasar dan pusat oleh oleh tersebut. Padahal pada tahun sebelumnya pemerintah sudah melakukan penganggaran Pasar tersebut.

Bacaan Lainnya

Berikut proyek Pasar dan Pusat Oleh Oleh Tembelang Jombang Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang yang dihimpun wartahariini.com :

1. Tahun 2016 Proyek senilai Rp. 1.399.488.000 yang dikerjakan CV. Cenderawasih dan sekaligus jasa penyusunan Studi kelayakan Pengembangan pasar tembelang sebesar Rp. 98.000.000 yang dimenangkan Anindya Cita Selaras.

2. Tahun 2016 sesuai data RUP terdapat pula Proyek Rehab pasar Tembelang senilai Rp. 199.900.000 dengan anggaran pengawasan Rp. 7.996.000 dan anggaran perencanaan Rp. 9.995.000 dimana proyek tersebut tidak dipublikasikan di LPSE Jombang sebagai pencatatan.

3. Tahun 2017 sesuai data RUP juga terdapat Proyek Rehab Pasar Tembelang senilai Rp. 197.900.000 dengan anggaran pengawasan Rp. 7.876.000 dan anggaran perencanaan Rp. 9.900.000 dimana proyek tersebut tidak dipublikasikan di LPSE Jombang sebagai pencatatan.

4. Tahun 2019 sesuai data RUP juga terdapat Proyek Rehab pasar Tembelang senilai Rp. 186.900.000 dengan anggaran pengawasan Rp. 5.600.000 dan anggaran perencanaan Rp. 7.500.000 dimana proyek tersebut tidak dipublikasikan di LPSE Jombang sebagai pencatatan.

5. Tahun 2020 sesuai data RUP terdapat dua Proyek yakti Rehab kios pasar tembelang senilai Rp. 186.000.000 dengan anggaran pengawasan Rp. 6.000.000, anggaran Perencanaan Rp. 8.000.000 dan Proyek BKF Rehab Kios Pasar Tembelang senilai Rp. 186.000.000 dengan anggaran pengawasan Rp. 6.000.000, anggaran Perencanaan Rp. 8.000.000 dimana proyek tersebut tidak dipublikasikan di LPSE Jombang sebagai pencatatan.

Kini ditahun 2022 Disdagrin Jombang kembali melakukan Rehabilitasi Pasar tersebut dengan anggaran Rp. 174.245.000 yang dikerjakan CV. Mulya Sakti dan Konsultan Proyek CV. Mahesa Consultant.

Terpantau dilokasi aitem pekerjaanya diantaranya pembongkaran lapak pedagang di sebelang Utara dan Selatan, Pembangunan arena Panggung beserta atapnya, perbaikan dinding seng atas dan rehab papan nama depan pasar.

Saat tim wartahariini.com datang kelokasi pada tanggal 10 Juni 2022 terlihat masih ada aktifitas pekerjaan, sedangkan masa pekerjaan sudah habis sampai tanggal 8 Juni 2022.

Video kondisi bangunan area panggung Pasar Tembelang Jombang yang pembesianya terlihat cor beton buruk.(wartajombang.com/aan)

Terpisah, Ketua LSM Aliansi Masyarakat Proletar Dwi Andika yang juga turut hadir meninjau proyek mengaku prihatin dengan banyaknya proyek Disdagrin Jombang yang terkesan buang buang anggaran dan terindikasi Double Counting.

Menurutnya, dari sekian banyak proyek Disdagrin untuk pasar Tembelang tidak berdampak positif atas kemajuan pasar tersebut. Dibuktikan dengan sepinya pasar dan minimnya minat masyarakat untuk berkunjung ke pasar tersebut.

“Hampir tiap tahun dianggarkan untuk rehabilitasi, namun pada kenyataanya sepi kan. Dari kurangnya perencanaan dan studi yang dibuat pemerintah dalam penganggaran sehingga ini terindikasi buang buang anggaran,” jelas Dwi, (24/6/2022).

Sedangkan, masih Dwi, kwalitas pekerjaannya dinilai sangatlah buruk. Terlihat dari pembesian yang baru dikerjakan sudah berkarat dan masih terlihat yang seharusnya terdapat di dalam cor beton, terlihat pekerjaan terkesan asal asalan. Dan juga urukan yang digunakan menggunakan bekas bongkaran lapak pedagang.

“Dari pekerjaan area panggung terlihat pekerjaanya terkesan asal asalan, bisa dilihat besi yang dipakai masih terliat dan sudah berkarat. Yang seharusnya itu kan didalam cor beton kenapa masih terlihat. Sedangkan cor betonya juga muprul, terindikasi tidak sesuai spek. Selain itu kita juga harus memastikan sesuai gambar urukan apa yang seharusnya dipakai bukan menggunakan urukan bekas galian,” pungkasnya.(aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *